Sengsara Membawa Nikmat, Mahasiswa 3 Periode

Sengsara Membawa Nikmat, Mahasiswa 3 Periode

Profil Mahasiswa 3 Periode

Amin begitu sapaan akrab bagi pria kelahiran Dongos, Jepara tahun 1982 yang bernama lengkap Amin Solahudin, kesan humoris langsung tampak ketika datang dan berbincang di gudang pengolahan kayu yang dimiliki UNISNU di bawah naungan  yayasan YAPTINU Jepara. Amin merupakan sosok Mahasiswa Unisnu yang mampu bertahan di tengah terpaan ekonomi dan periodeisasi jaman, setidaknya Amin mengalami 3 periode masa ketika tahun 2002 menjadi mahasiswa ATIKA sampai STTD dan UNISNU. Namun yang membuat Amin bertahan adalah komitmennya tetap bersandar pada ilmu desain perkayuan dan pengolahannya walaupun dari sisi akademik mengalami masa pasang surut akibat krisis finans yang Amin pernah alami dulu, namun kini Amin bangkit dan memberikan motivasi bagi mahasiswa angkatan yang lebih yunior di Desain Produk UNISNU setelah mampu memberikan bukti bahwa mahasiswa juga tetap bisa belajar sambil bekerja asalkan dengan komitmen yang kuat dan tetap fokus pada apa yang diyakini.

Motivasi dan Kesungguhan 

mesin plannerManager produksi sejak oktober 2015 sepertinya kata yang tepat disematkan kepada Amin walaupun Amin tidak pernah meminta dihargai dengan jabatannya. Di gudang pengolahan dan produksi perkayuan UNISNU Amin mampu memberikan semua kemampuan ilmu perkayuan serta desain dan pengolahannya yang Amin dapat selama perkuliahan, setidaknya ini merupakan hasrat yang telah lama terpendam yang  ingin Amin wujudkan dalam kinerja sebaik  mungkin. Predikat mahasiswa abadi tidak menjadi beban mental bagi Amin, tetapi apa yang Amin cari seakan terpuaskan ketika masuk di jurusan perkayuan yang saat ini berubah menjadi Desain Produk di bawah Fakultas Sains dan Teknologi UNISNU. Ilmu Perkayuan tidak semudah yang dibayangkan masih banyak hal yang harus digali dan dikembangkan diperkayuan terutama desain dan pengolahannya.

 
mesin pemotong kayu

Amin mengilustrasikan berdasarkan pengalamannya bahwa untuk mengolah kayu karet saja misalnya tidak semudah seperti pengolahan kayu jati, kayu karet memiliki keunikan tersendiri yang memang cara penanganannya berbeda. Tiga proses utama yang harus dicapai supaya kayu karet memiliki standar mutu baik yang mampu diekspor misalnya pemotongan kayu karet tidak boleh lebih dari tiga hari dan harus masuk ruang oven kayu sehingga tidak terjadi blue stain (serat kayu berwarna kebiruan/ cacat fisik), setelah kayu di oven untuk menurunkan kadar air dan getah kayu dapat diolah menjadi lempengan kayu itupun harus ditutup plastik supaya suhu tetap terjaga sehingga tidak melengkung nantinya, hal inilah yang membuat seorang Amin percaya ilmu perkayuan tidak semudah yang dimitoskan orang Jepara kebanyakan yang menganggap kuliah perkayuan hanya mencetak tukang kayu semata.

 
proses produksi

Beginilah aksi Amin saat memberikan pengarahan pemanfaatan mesin perkayuan dalam dunia industri terhadap yuniornya. Kesan sabar, kalem, tetapi tetap tegas dan santai Amin tunjukkan dengan tujuan apa yang disampaikannya tetap mengena dan tertanam dibenak yuniornya. Amin bangga menjadi bagian dari Desain Produk UNISNU, menurutnya hanya integritas, komitmen, prihatin dan mandiri merupakan modal dasar yang harus di miliki setiap mahasiswa UNISNU sehingga mampu terbukti tahan uji, dan mampu meraih sukses yang dicita-citakan.

Profil Mahasiswa 3 Periode

Amin begitu sapaan akrab bagi pria kelahiran Dongos, Jepara tahun 1982 yang bernama lengkap Amin Solahudin, kesan humoris langsung tampak ketika datang dan berbincang di gudang pengolahan kayu yang dimiliki UNISNU di bawah naungan  yayasan YAPTINU Jepara. Amin merupakan sosok Mahasiswa Unisnu yang mampu bertahan di tengah terpaan ekonomi dan periodeisasi jaman, setidaknya Amin mengalami 3 periode masa ketika tahun 2002 menjadi mahasiswa ATIKA sampai STTD dan UNISNU. Namun yang membuat Amin bertahan adalah komitmennya tetap bersandar pada ilmu desain perkayuan dan pengolahannya walaupun dari sisi akademik mengalami masa pasang surut akibat krisis finans yang Amin pernah alami dulu, namun kini Amin bangkit dan memberikan motivasi bagi mahasiswa angkatan yang lebih yunior di Desain Produk UNISNU setelah mampu memberikan bukti bahwa mahasiswa juga tetap bisa belajar sambil bekerja asalkan dengan komitmen yang kuat dan tetap fokus pada apa yang diyakini.

Motivasi dan Kesungguhan

mesin plannerManager produksi sejak oktober 2015 sepertinya kata yang tepat disematkan kepada Amin walaupun Amin tidak pernah meminta dihargai dengan jabatannya. Di gudang pengolahan dan produksi perkayuan UNISNU Amin mampu memberikan semua kemampuan ilmu perkayuan serta desain dan pengolahannya yang Amin dapat selama perkuliahan, setidaknya ini merupakan hasrat yang telah lama terpendam yang  ingin Amin wujudkan dalam kinerja sebaik  mungkin. Predikat mahasiswa abadi tidak menjadi beban mental bagi Amin, tetapi apa yang Amin cari seakan terpuaskan ketika masuk di jurusan perkayuan yang saat ini berubah menjadi Desain Produk di bawah Fakultas Sains dan Teknologi UNISNU. Ilmu Perkayuan tidak semudah yang dibayangkan masih banyak hal yang harus digali dan dikembangkan diperkayuan terutama desain dan pengolahannya.

mesin pemotong kayu

Amin mengilustrasikan berdasarkan pengalamannya bahwa untuk mengolah kayu karet saja misalnya tidak semudah seperti pengolahan kayu jati, kayu karet memiliki keunikan tersendiri yang memang cara penanganannya berbeda. Tiga proses utama yang harus dicapai supaya kayu karet memiliki standar mutu baik yang mampu diekspor misalnya pemotongan kayu karet tidak boleh lebih dari tiga hari dan harus masuk ruang oven kayu sehingga tidak terjadi blue stain (serat kayu berwarna kebiruan/ cacat fisik), setelah kayu di oven untuk menurunkan kadar air dan getah kayu dapat diolah menjadi lempengan kayu itupun harus ditutup plastik supaya suhu tetap terjaga sehingga tidak melengkung nantinya, hal inilah yang membuat seorang Amin percaya ilmu perkayuan tidak semudah yang dimitoskan orang Jepara kebanyakan yang menganggap kuliah perkayuan hanya mencetak tukang kayu semata.

proses produksi

Beginilah aksi Amin saat memberikan pengarahan pemanfaatan mesin perkayuan dalam dunia industri terhadap yuniornya. Kesan sabar, kalem, tetapi tetap tegas dan santai Amin tunjukkan dengan tujuan apa yang disampaikannya tetap mengena dan tertanam dibenak yuniornya. Amin bangga menjadi bagian dari Desain Produk UNISNU, menurutnya hanya integritas, komitmen, prihatin dan mandiri merupakan modal dasar yang harus di miliki setiap mahasiswa UNISNU sehingga mampu terbukti tahan uji, dan mampu meraih sukses yang dicita-citakan.


Admin Unisnu

Komentar